KINERJA KEPALA SEKOLAH
Jumat, 27 Juni 2014 03:33
Bukti Fisik Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
SMAN 2 Denpasar.
Jumat,27 Juni 2014.


Drs.Ketut Sunarta ,M.Hum sebagaiKepalasekolah
 Pelakasa SKM-PBKL dan PSB
diperiksa kelengkapan dokumennya dari Pukul.08.00 s/d 13.00 wita
untuk semua dokumen, secara rinci dan detail.
dengan tim (Drs.Ketut Sujana,M.Pd.Drs.I Wayan Susila,M.Pd
Luh Gede Suciati,M.Hum,dan Dra.Ida Ayu Lilik,M.Pd )
Didampingi oleh:
Wk.Kurikulum    : I Gusti Ngurah Arjana,S.Pd,M.Pd
Wk.Kesiswaan    : Drs.I.B Sueta Manuaba,M.Pd
Wk.Humas         : I Made Semadi Yasa, Mpd
Wk.Sarpras       : Dra.Desak Rai Kartini,M.Pd
Plt.Katas           : I Wayan Suprapta
Kepala Lab        :Drs. I Made Sugama
Tim.TPK     - Drs. I Nengah Mardana
                 - I Dewa Suparianto,S.Pd
Tim.TPS      - Erdina Mery K.S.Pd,M.Pd
Tim Perpus  - Dra. Ni Made Warti
                  - Dra. A.A Switari
Kewira Usahaan Ni Wayan Rustini S.Pd,M.Pd
Tenaga Kepegawaian


Bukti Fisik Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.
 Pengertian Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang termaktub
 dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 adalah penilaian
 setiap komponen kegiatan tugas utama guru dalam rangka
 pembinaan karier kepangkatan dan jabatan.
 Guru yang dimaksud dalam peraturan tersebut
 termasuk guru yang memiliki tugas tambahan
 sebagai kepala sekolah/madrasah. Kepala sekolah adalah
 guru yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah
 oleh sebab itu segala kompetensi guru harus dimiliki oleh
 seorang kepala sekolah. Sebagai mana yang dinyatakan
 dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
 Nomor 13 Tahun 2007 mengenai Standar Kualifikasi
 Akademik dan Kompetensi Kepala Sekolah, meliputi:
 1. kompetensi kepribadian,
 2. kompetensi manajerial,
 3. kompetensi kewirausahaan,
 4. kompetensi supervisi, dan
 5. kompetensi sosial.
 Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai
 kepala sekolah akan dimonitoring dan dievaluasi
 oleh Kepala UPTD, Pengawas pembina, dan atau
 yayasan bagi sekolah swasta. Kegiatan Monitoring
 dan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui seberapa
 besar tingkat profesionalisme tenaga kependidikan
 dalam membangun komunikasi terhadap internal lembaga
 dan eksternal lembaga. Monitoring dan evaluasi kinerja
 Kepala Sekolah mengukur kinerja Kepala Sekolah dalam
 melaksanakan tugas dan fungsinya selama satu tahun pelajaran.
 Sehingga Kepala Sekolah yang telah melaksanakan tugasnnya
 selama dua periode dimungkinkan untuk promosi menjadi
 pengawas Pembina jika ia memiliki kinerja yang baik
 atau kembali menjadi guru apabila memiliki kinerja
 yang kurang baik. Bukti fisik penilaian kinerja
 kepala sekolah dibuat dan disusun oleh Kepala UPTD,
 Pengawas pembina, dan atau yayasan bagi sekolah swasta
 selama proses monitoring dan evaluasi kepala sekolah.
 Untuk menyiasati Bukti fisik penilaian kinerja kepala sekolah,
 seorang kepala sekolah harus memiliki format penilaian kinerja
 kepala sekolah dan harus diisi sebagai alat evaluasi diri yang
 dilakukan oleh kepala sekolah sendiri.