Studi Banding ke SMAN Bali Mandara PDF  | Print |  E-mail

Kunjungan SMA Negeri 2 Denpasar ke SMA Negeri Bali Mandara 31 Agustus 2013.Sebagai sekolah pelaksana SKM,PBKL dan PSB dalam salah satu programnya melakukan studi banding baik di Daerah,luar Daerah dan Luar Negeri. Kali ini SMA N 2 Denpasar melakukan kunjungan ke SMAN Bali Mandara salah satu sekolah binaan Propinsi Bali yang kemampuan ekonomi siswanya menengah kebawah namun siswanya memiliki talenta untuk maju dan memiliki banyak prestasi. Rombongan yang ikut sebanyak 55 orang dari pengurus inti Komite,kepala Sekolah, Wakasek, pembina OSIS dan anak-anak OSIS. Dalam penerimaan siswanya memiliki empat tahapan seleksi untuk bisa bergabung disekolah ini (syarat lebih rinci kunjungi web SMAN Bali Mandara).

Kunjungan ini diprakarsai oleh komite SMAN 2 Denpasar yang diketuai oleh Prof.Dr,A.A Gede Agung, sekolah ini menjadi rujukan mengingat sekolah ini sekolah yang baru berdiri namun memiliki segudang prestasi bahkan sampai tingkat internasional. Menurut kepsek SMAN Bali Mandara, tiga siswanya mendapat beasiswa di UWC. Mereka adalah Thalia Viranda mendapat beasiswa di UWC Norway, Gede Sumantara di UWC British & Kadek Ayu Vergianti Agustini di UWC Belanda. Pemilihan lokasi sekolah di Kubutambahan yang notabene jauh dari hiruk pikuk perkotaan juga diharapkan berdampak positif bagi anak-anak yang mengikuti pendidikan dengan sistem asrama. Ibarat kerakas tumbuh di batu,anak-anak tersebut akan terasah menjadi generasi yang tangguh alias tidak lembek. "Dengan sistem asrama, para siswa juga fokus belajar dan belajar," imbuhnya.

Pada akhir kunjungan setelah diajak berkeliling dan setiap orang baik siswa maupun guru, komite semua didampingi oleh siswa satu-persatu dan mendapat penjelasan yang sangat rinci dari mereka-mereka. Pada acara penyampaian program sekolah disampaikan oleh anak-anak dalam bahasa inggris yang cukup pasih, membuat rombongan dari SMAN 2 merasa kagum dan salut, dan di tengah -tengah acara sempat hadir Kabid Dikmen Propinsi Bali yang menambah semaraknya acara. Pada acara tanya jawab yang sangat menarik adalah pertanyaan masalah masa remaja kalau dibidang akademis sudah tidak perlu ditanya lagi semua pertanyaan di jawab dengan baik dan lugas. Karena mereka dilatih untuk belajar mandiri dalam hal ini mereka memakai dua kurikulum baik nasional maupun internasional dari Cambridge University yaitu International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) sehingga ujian Nasional wajib diikuti dan ujian internasional walaupun tidak wajib tapi semuanya mengikuti. Sekolah yang mengusung motto "Learn Today Lead Tomorow" ini diharapkan mampu mencetak calon pemimpin masa depan yang akan memajukan Bali dan mengharumkan nama Indonesia di mancanegara.

Anak-anak OSIS SMAN 2 DPS, sangat banyak mendapat pengalaman dari hasil kunjungan ini mudah-mudahan dapat diterapkan hal-hal yang sekiranya cocok untuk di laksanakan di SMAN 2 Dps. Masalah remaja, salah seorang guru BK SMAN 2 Menanyakan masalah pacaran "Anda adalah anak-anak yang normal bagai mana anda mengisi masa remaja anda sedangkan anda ada pada lingkungan asrama yang cenderung pengawasannya cukup ketat" secara umum siswa dalam mengisi masa remajanya dalam batas-batasan yang wajar menurut mereka tidak boleh pegang tangan, kalau boleh pegang tangan nanti mau megang yang lain gitu kata mereka sehingga peserta menjadi tertawa. Rombongan kembali ke Denpasar pukul 15.00 wita.