PBKL SMAN 2 Denpasar

Keunggulan daerah yang diinventarisasi dapat berupa keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif. Keunggulan komparatif daerah adalah seluruh keunggulan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Sedangkan keunggulan kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh daerah dengan kualitas lebih baik dibandingkan dengan keunggulan sejenis yang dimiliki oleh daerah lain. Keunggulan daerah dikelompokkan ke dalam lima potensi keunggulan yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, geografis, budaya dan historis.

Kegiatan inventarisasi keunggulan lokal dilakukan dengan cara mempelajari dokumen-dokumen, buku, internet, observasi, atau wawancara dengan tokoh masyarakat atau pihak yang mengetahui dan berkompeten mengenai keunggulan lokal yang dimiliki daerah tersebut. Dalam konteks otonomi daerah, keunggulan lokal yang diinventarisasi adalah keunggulan lokal yang menjadi milik daerah otonom yaitu kota Denpasar tempat SMA Negeri 2 Denpasar berada.

Denpasar sebagai pusat pemerintahan Bali dan pusat bisnis di Bali merupakan ibukota dari Propinsi Bali. Jalan Gajamada dari dulu sampai saat ini merupakan pusat bisnis dimana kantor-kantor Bank, restaurant dan pusat pemerintahan Kotamadya Denpasar terletak di jalan ini. Sedangkan pusat pemerintahan Propinsi Bali terletak di Renon, di sebelah timur kota Denpasar, jalan menuju ke pantai Sanur. Sebagai kota yang berkembang menjadi kota modern (metropolitan) Kota Denpasar memiliki prasarana dan sarana seperti pusat perbelanjaan dan restauran yang terletak di Jalan Teuku Umar.

Untuk tempat berbela sembako, bahan baku textile dan kerajinan dapat dijumpai di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari yang letaknya dipisahkan oleh Tukad (sungai) Badung. Sedangkan pusat perbelanjaan modern ada di Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro lokasi dari Matahari, Rimo, Ramayana, Tiara Dewata dan Libi Department Store.

 

SMA Negeri 2 Denpasar adalah salah satu SMA di Kota Denpasar yang terletak di daerah pinggiran kota.  SMA Negeri 2 Denpasar juga merupakan Sekolah Kategori Mandiri (SKM) sejak tahun 2009, oleh sebab itu, maka sekolah ini berusaha untuk terus melakukan pengembangan dan inovasi, termasuk pelaksanaan Pendidikan Bebasis Keunggulan Lokal.  

Seiring dengan konsep Manajemen Berbasis Sekolah, dalam rangka pelaksanaan PBKL sekolah dituntut untuk mengembangkan dan memberdayakan semua sumber daya yang dimiliki secara optimal, baik sumber daya internal maupun eksternal sekolah melalui langkah-langkah manajemen yang tepat dan terstandar dengan mempertimbangkan permasalahan maupun keberhasilan yang telah dicapai.

Agar implementasi PBKL berjalan dengan baik, maka diperlukan suatu program implementasi PBKL yang sesuai dan tepat sasaran. Dengan adanya program tersebut diharapkan tenaga pendidik dan peserta didik mampu memahami sekaligus mempertahankan nilai budaya daerahnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka SMA Negeri 2 Denpasar dalam implementasi PBKL tersebut melakukan langkah-langkah untuk menentukan tema, jenis, serta kompetensi yang cocok dan tepat untuk dilaksanakan yang tertuang dalam program PBKL.

 

A.    LANGKAH-LANGKAH  PENYELENGGARAAN  PBKL

1.       Melakukan Potensi Analisis Keunggulan Lokal

1)     Analisis potensi keunggulan lokal dilaksanakan oleh Tim PBKL yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah.

2)     Hasil analisis tersebut disajikan dalam tabel berikut;

 

No.

Aspek

Hasil Inventarisasi Keunggulan lokal

1.

Sumber Daya Alam

  1. Daerah Denpasar memiliki keindahan alam yang sangat mempesona seperti: keindahan pantai Sanur, pulau Serangan, Pelabuhan Benoa ;
  2. Alam daerah Denpasar  Utara merupakan daerah pertanian yang  masih hijau dan desa Kertalangu dengan disediakan fasilitas jogging track sambil menikmati alam dan aktifitas persawahan di tengah kota;
  3. Daerah Denpasar memiliki hutan mangrove di daerah Serangan dan sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai;

2.

Sumber Daya Manusia

1.     Kuantitas :

1.   Jumlah penduduk padat

2.   Perkembangan dan Mobilitas Penduduk tinggi

2.     Kualitas :

1.     Masyarakat kota Denpasar bersifat terbuka dengan karakter pekerja keras dan ingin maju;

2.     Denpasar sebagai daerah seni, memiliki seniman dari beberapa daerah di Bali;

3.     Masyarakat di Denpasar mempunyai mata pencaharian sebagai petani, nelayan, dagang dan sebagian lainnya sebagai karyawan;

4.     Masyarakat Denpasar dikenal sangat ramah dengan para pendatang sehingga merupakan sumber daya unik yang dapat mendukung industri kepariwisataan;

5.     Masyarakat petani dan nelayan Denpasar yang mempunyai keterampilan tertentu secara swadaya menghimpun diri menjadi kelompok-kelompok tani, ternak dan nelayan di bawah pembinaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Denpasar;

6.     Kejujuran, etika, dan budi pekerti masyarakat Bali yang luhur telah dikenal di mancanegara merupakan warisan nenek moyang orang Bali sehingga harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda/penerus untuk tetap mempertahankan martabat manusia Bali.

 

3.

Geografis

1.     Denpasar merupakan pusat pemerintahan daerah Bali;

2.     Daerah Denpasar memiliki bentangan pantai yang sangat panjang sehingga Denpasar memiliki iklim yang relatif panas;

3.     Terdapat fenomena alam yang unik, seperti sun rise yang dapat disaksikan disepanjang pantai Sanur, Pulau Sakenan, pelabuhan Benoa;

4.     Lahan pertanian pada umumnya digarap dengan sistem padi dan pala wija sehingga menambah daya pesona alam Denpasar;

5.     Di perkotaan penuh dengan gedung pemerintahan dan niaga yang menjual jasa;

6.     Pasar tradisional yang besar seperti pasar Badung, pasar Kreneng dan pasar burung; 

4.

Historis

1.     Denpasar memiliki museum Bali, merupakan museum tertua di Bali dan sebagai pemicu hadirnya museum-museum lainnya. Sering dijadikan tempat penelitian oleh pemerhati etnografi, yang memiliki dan memamerkan benda-benda budaya dari zaman prasejarah sampai kini yang mencerminkan seluruh unsur kebudayaan Bali. Juga museum lainnya seperti Museum Le Mayeur, Museum Sidik Jari;

2.     Monumen perjuangan rakyat Bali “Bajra Sandi” yang dilengkapi dengan diorama perjuangan rakyat Bali yang ada kaitannya dengan perjuangan Bangsa Indonesia merebut kemerdekaan;

3.     Tempat-tempat suci bagi pemeluk agama Hindu yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi berkaitan dengan perkembangan agama Hindu di Bali khususnya di daerah Denpasar seperti Pura Sakenan, Pura Maospahit, Pura Tambang Badung, Pura Pangerebongan, Pura Jagatnata, ;

4.     Setiap tahun diselenggarakan Pesta Kesenian Bali merupakan kegiatan berkesenian dari seluruh seniman yang ada di kabupaten/kota di Bali, juga dari provinsi lain bahkan pesertanya juga ada dari mancanegara;

5.     Puri Pemecutan dan puri Denpasar yang masih eksis dan sebagai bukti dari perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan.

5.

Budaya

1.     Sistem banjar adat yang memiliki ciri dan karakteristik khas daerah Bali khususnya Denpasar yang tidak dijumpai di daerah lainnya;

2.     Perpaduan budaya daerah dan agama yang membawa daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara;

3.     Mayoritas penduduk Denpasar adalah pencinta dan pelaku seni karena dalam kesehariannya mereka selalu bergelut dengan budaya dan agama yang tidak bisa lepas dengan kesenian;

4.     Konsep ngayah bagi masyarakat Denpasar memberikan warna tersendiri dalam berperilaku sehari-hari sehingga melahirkan rasa ikhlas dan rela memberi.

5.     Bahasa Bali dan Sastra Bali merupakan bahasa ibu yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Denpasar, dan orang Bali pada umumnya. Bahasa daerah Bali yang merupakan salah satu aspek budaya Bali berkaitan sangat erat dengan Agama Hindu.

6.     Bahasa dan Sastra Bali adalah kebudayaan adiluhung yang merupakan warisan nenek moyang orang Bali, perannya sangat penting dalam peradaban manusia Bali.

7.     Bahasa dan Sastra Bali merupakan salah satu kebudayaan orang Bali yang memiliki huruf unik (huruf Bali).

8.     Huruf Bali digunakan dalam penulisan sastra agama Hindu, kesusastraan Bali dan Jawa Kuno (Kawi).

 

3)     Hasil Analisis Kesiapan internal dan Eksternal

Internal

  1.  

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

·     Pendidik berkualifikasi S1 dan S2

·     Beban mengajar rata-rata  24 jam

·     Adanya pendidik dan tenaga kependidikan dengan kualifikasi keahlian dan kompetensi, serta loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap tugas dan fungsinya

·     Pendidik sesuai dengan latar belakang  pendidikan

·     1 guru : 15 peserta didik (rasio terpenuhi)

  1.  

Sarana dan Prasarana

·      Jumlah ruang kelas memadai dengan  jumlah rombel

·      Laboratorium cukup lengkap

·      Luas lahan kurang memadai

·      Lapangan olah raga belum memadai

·     Buku teks pelajaran, buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan bahan ajar yang relevan yang mengintegrasikan keunggulan lokal sebagian terpenuhi

 

  1.  

Pembiayaan

·     Mengalokasikan biaya pendidikan untuk biaya investasi  dalam upaya Implementasi PBKL (penyediaan sarana prasarana, pengembangan SDM, dan modal kerja tetap),

·     biaya operasi (gaji pendidik dan tenaga kependidikan),

·     bahan atau peralatan pendidikan habis pakai cukup terpenuhi

·     biaya personal (biaya pendidikan 70 % dari peserta didik)

·     Memliki program dan upaya sekolah menggali dan mengelola serta memanfaatkan dana dari berbagai sumber dalam Implementasi PBKL (orang tua peserta didik) melalui laporan pertanggung-jawaban secara akuntabel dan transparan

·     Sekolah belum memiliki pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada standar pendidikan dalam upaya Implementasi PBKL

·     Rencana anggaran, program dan biaya sekolah (RKAS) telah tersusun

  1.  

Program Sekolah

·     Memiliki Dokumen Program Kerja sekolah yang mencakup program kerja tahunan

·     Menyusun panduan penyelenggaraan program PBKL, yang dilakukan secara terintegrasi dengan cara : pembelajaran dilaksanakan di sekolah dan diluar sekolah (outdoor clas)

·     Menyusun panduan pembelajaran dan penilaian program PBKL yang dilaksanakan melalui: Pengintegrasian keunggulan lokal pada mata pelajaran yang relevan.

Eksternal

1.

Komite Sekolah

·        Dukungan Komite sekolah dalam penyusunan program sekolah

·        Pelaksanaan pemantauan dilakukan secara teratur oleh komite sekolah

·        Penggalangan sumber dana oleh komite sekolah untuk mendukung program sekolah

2.

Pemerintah Kota Denpasar

·     Dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar untuk visitasi sangat kurang, juga kebijakan kurang mendukung atau ada beberapa yang belum relevan dengan peraturan diatasnya, seperti jumlah siswa untuk setiap rombongan belajar

·     Dukungan sumber biaya dari Pemkot Denpasar masih minim

3.

Dunia Usaha/Dunia Industri

·     Dukungan fasilitas dari DUDI sudah terjalin kemitraan

·     Dukungan sumber biaya dari DUDI belum ada

 

3.       Menentukan Tema dan Jenis Keunggulan Lokal

1)     Rumusan Tema PBKL

Keunggulan lokal

Tema PBKL yang dapat diangkat

SDA;

  1. Daerah Denpasar memiliki keindahan alam yang sangat mempesona seperti: keindahan pantai Sanur, pulau Serangan, Pelabuhan Benoa ;
  2. Alam daerah Denpasar  Utara merupakan daerah pertanian yang  masih hijau dan desa Kertalangu dengan disediakan fasilitas jogging track sambil menikmati alam dan aktifitas persawahan di tengah kota;
  3. Daerah Denpasar memiliki hutan mangrove di daerah Serangan dan sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai;

 

·       Pendidikan berwawasan Lingkungan

·       Pendididkan berwawasan Pariwisata

 

SDM;

1.     Kuantitas :

1.   Jumlah penduduk padat

2.   Perkembangan dan Mobilitas Penduduk     

    tinggi

2.     Kualitas :

1.   Masyarakat kota Denpasar bersifat terbuka dengan karakter pekerja keras dan ingin maju;

2.   Denpasar sebagai daerah seni, memiliki seniman dari beberapa daerah di Bali;

3.   Masyarakat di Denpasar mempunyai mata pencaharian sebagai petani, nelayan, dagang dan sebagian lainnya sebagai karyawan;

4.   Masyarakat Denpasar dikenal sangat ramah dengan para pendatang sehingga merupakan sumber daya unik yang dapat mendukung industri kepariwisataan;

5.   Masyarakat petani dan nelayan Denpasar yang mempunyai keterampilan tertentu secara swadaya menghimpun diri menjadi kelompok-kelompok tani, ternak dan nelayan di bawah pembinaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Denpasar;

6.   Kejujuran, etika, dan budi pekerti masyarakat Bali yang luhur  merupakan warisan nenek moyang orang Bali sehingga harus dilestarikan untuk tetap mempertahankan martabat manusia Bali.

 

 

·       Pendidikan  berwawasan kewirausahaan

·       Pendidikan  berwawasan lingkungan

·       Pendidikan  berwawasan budaya

·       Pendidikan berwawasan pariwisata

 

 

 

Geografis;

  1. Denpasar merupakan pusat pemerintahan daerah Bali;

2.     Daerah Denpasar memiliki bentangan pantai yang sangat panjang sehingga Denpasar memiliki iklim yang relatif panas;

3.     Terdapat fenomena alam yang unik, seperti sun rise yang dapat disaksikan disepanjang pantai Sanur, Pulau Sakenan, pelabuhan Benoa;

4.     Lahan pertanian pada umumnya digarap dengan sistem padi dan pala wija sehingga menambah daya pesona alam Denpasar;

5.     Di perkotaan penuh dengan gedung pemerintahan dan niaga yang menjual jasa;

6.     Pasar tradisional yang besar seperti pasar Badung, pasar Kreneng dan pasar burung; 

 

·       Pendidikan  berwawasan lingkungan

·       Pendidikan  berwawasan pariwisata

·       Pendidikan berwawasan budaya

 

Historis:

1.   Denpasar memiliki museum Bali, merupakan museum tertua di Bali dan sebagai pemicu hadirnya museum-museum lainnya. Sering dijadikan tempat penelitian oleh pemerhati etnografi, yang memiliki dan memamerkan benda-benda budaya dari zaman prasejarah sampai kini yang mencerminkan seluruh unsur kebudayaan Bali. Juga museum lainnya seperti Museum Le Mayeur, Museum Sidik Jari;

6.     Monumen perjuangan rakyat Bali “Bajra Sandi” yang dilengkapi dengan diorama perjuangan rakyat Bali yang ada kaitannya dengan perjuangan Bangsa Indonesia merebut kemerdekaan;

7.     Tempat-tempat suci bagi pemeluk agama Hindu yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi berkaitan dengan perkembangan agama Hindu di Bali khususnya di daerah Denpasar seperti Pura Sakenan, Pura Maospahit, Pura Tambang Badung, Pura Pangerebongan, Pura Jagatnata, ;

8.     Setiap tahun diselenggarakan Pesta Kesenian Bali merupakan kegiatan berkesenian dari seluruh seniman yang ada di kabupaten/kota di Bali, juga dari provinsi lain bahkan pesertanya juga ada dari mancanegara;

9.     Puri Pemecutan dan puri Denpasar yang masih eksis dan sebagai bukti dari perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan.

 

 

 

·       Pendidikan  berwawasan pariwisata

·       Pendidikan  berwawasan seni budaya

 

Budaya;

  1. Sistem banjar adat yang memiliki ciri dan karakteristik khas daerah Bali khususnya Denpasar yang tidak dijumpai di daerah lainnya;

2.     Perpaduan budaya daerah dan agama yang membawa daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara;

3.     Mayoritas penduduk Denpasar adalah pencinta dan pelaku seni karena dalam kesehariannya mereka selalu bergelut dengan budaya dan agama yang tidak bisa lepas dengan kesenian;

4.     Konsep ngayah bagi masyarakat Denpasar memberikan warna tersendiri dalam berperilaku sehari-hari sehingga melahirkan rasa ikhlas dan rela memberi.

5.     Bahasa Bali dan Sastra Bali yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Denpasar, dan orang Bali pada umumnya, merupakan salah satu aspek budaya Bali berkaitan sangat erat dengan Agama Hindu.

6.     Bahasa dan Sastra Bali merupakan salah satu kebudayaan orang Bali yang memiliki huruf unik (huruf Bali), digunakan dalam penulisan sastra agama Hindu, kesusastraan Bali dan Jawa Kuno (Kawi).

 

·       Pendidikan  berwawasan pariwisata

·       Pendidikan  berwawasan seni budaya

 

 

2)     Untuk selanjutnya Tim PBKL melakukan sosialisasi hasil rumusan tema kepada semua warga sekolah, termasuk komite sekolah dan peserta didik. Dengan memperhatikan kesepakatan hasil rapat dan diskusi, serta memperhatikan minat peserta didik, maka tema yang diangkat sebagai tema PBKL adalah “Pariwisata Budaya dan Budaya Bali”, dengan  jenis keunggulan lokal

Pelestarian Obyek Wisata dan Budaya Bali