SEKOLAH PSB MENURUT ALUMNUS
Rabu, 17 Agustus 2011 00:40

PROFIL seorang dosen Undiknas

Menurut Ibu A. A. Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda yang akrab dipanggil Ibu Agung Tini ini, mengatakan bahwa sekolah yang dapat disebut PSB (Pusat Sumber Belajar) adalah sekolah yang di mana mengedepankan, antara lain ;proses belajar mengajar harus dari dua arah, fasilitas memadai seperti perpustakaan,laboratorium, dll. Serta mengedepankan suasana akademis yang diseimbangkan dengan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Menurut beliau, SMAN 2 Denpasar memang pantas mendapatkan predikat sekolah model. Mengapa ?

Karena di SMAN 2proses belajar mengajar sudah berjalan secara efektif. Kemudian di perpustakaan jumlah buku dan judul sudah mencukupi dengan jumlah siswa yang ada, serta kunjungan siswa untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan selalu meningkat, dan juga di Re’sman tidak hanya di apresiasi oleh siswa yang berprestasi di bidang akademik, tapi juga di bidang non-akademik.
Dosen undiknas ini yang merupakan alumni dari Re’sman memaparkan perbedaan antara Re’sman yang dulu dengan yang sekarang. Beliau mengatakan bahwa dari segi proses  belajar mengajar, Re’sman yang dulu hanya ada satu arah yaitu hanya dari seorang guru terhadap muridnya. Dan fasilitasnya sangat kurang, sedangkan sekarang proses belajar mengajar di Re’sman sudah dilakukan secara 2 arah artinya informasi bukan hanya didapat dari guru tetapi juga datang dari siswa. Dilengkapi pula dengan fasilitas yang sangat menunjang proses belajar mengajar. Menurutnya juga Re’sman pantas untuk mendapatkan predikat PSB tersebut karena sudah memenuhi standar sekolah PSB.

 Wanita kelahiran 31 Desember 1967 ini, menyebutkan beberapa keuntungan dan kerugian dari predikat sekolah model ini. Beberapa keuntungan yaitu ; seluruh warga dari Re’sman akan termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan berprestasi, baik kepala sekolah beserta jajarannya, guru-guru, karyawan, dan siswa itu sendiri. Sedangkan kerugian yang diperoleh adalah ; terjadinya persaingan tidak sehat, muncaulnya sikap individualisme, tingkat stress tinggi karena terfokus pada julukan tersebut.
Pertanyaan kami, APAKAH BISA RE’SMAN MEMPERTAHANKAN PREDIKAT SEKOLAH MODEL TERSEBUT ? beliau menjawab dengan optimis, bahwa RE’SMAN PASTI BISA MEMPERTAHANKAN PREDIKAT TERSEBUT, dengan catatan seluruh warga Re’sman konsisten untuk melakukan syarat-syarat menjadi sekolah model. Ibu Agung Tini yang sekaligus berprofesi sebagai Ketua organisasi wanita se-Bali (BKOW) memberi pesan kepada seluruh warga Re’sman, bahwa Re’sman harus terus mengedepankan etika dan estetika dalam berinteraksi di lingkungan sekolah, selain itu harus terjadi keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sehingga akan menghasilkan siswa-siswi yang berkarakter.by tim jurnalistik re’sman 2011*.*